Sabtu, 26 September 2015

Mau Naik Gaji dan Tunjangan -lagi- Dong hehe

Halo selamat malam. Kali ini gue mau review masalah isu yang lagi lumayan hangat atau ternyata panas nih? Soalnya isu ini lagi ketutup sama musibah yang lagi menimpa saudara muslim kita di Makkah, jadi kayanya ga banyak orang yang terlalu ngurusin gitu. Bukan berarti musibah yang lagi menimpa saudara kita di Makkah pengalihan isu loh ya, Cuma emang lagi timing yang di takdirin Allah begini. Sebenernya sih menurut gue, ini salah satu cara Allah buat nunjukkin apa yang bakal gue review. So, gue mau review tentang “Anggota DPR minta kenaikan gaji dan tunjangan”


Disini gue ga nulis ulang tentang isi berita tsb, karena di internet pun banyak berita tsb. Tinggal kalian search dengan keyword yang gue cetak miring, pasti bakal keluar banyak berita yang bersangkutan. Karena gue mau langsung ngulas apa yang udah banyak diomongin orang dan mahasiswa lain juga.


Jadi gini ya, kalo gue mikirnya gini, di Negara maju yang ada di luar NegRI pun gaji anggota dewannya ga sebesar anggota dewan yang ada di Negara kita. Ini gue kutip dari salah satu media online yg di publish tahun 2013 lalu. Disitu ditulis kalo gaji anggota dewan di Indonesia 16 kali lipat di banding pendapatan perkapita penduduknya. Sedangkan Negara maju kaya Amerika Serikat, Inggris, Jepang hanya 3 kali lipat dari pendapatan perkapitanya. Bayangin, rentang kali lipat antara Negara Indonesia yang baru Negara berkembang dengan Negara maju kaya gitu sampe 5 kali lipatnya loh. Dan sekarang anggota dewan kita minta naik gaji dan tunjangan. Pak, Bu anggota dewan yang terhormat, mbok ya kalian lihat kami yang masih di bawah garis kemiskinan to’. Yang makannya masih belum tentu nemu nasi tiap harinya. Jangankan naik mobil mewah, pakai baju bermerk layaknya yang kalian pakai. Kita bisa ketemu nasi setiap hari meski tanpa lauk aja kita udah bersyukur Pak, Bu. Lo ini kalian bisa dengan entengnya minta naik gaji dan tunjangan. Enak tenan to idupmu itu. Kau fikir itu duit bapa moyang kau yang dia wariskan pada kalian begitu saja?


Gini ya, ga masalah sih kalau anggota dewan minta naik gaji dan tunjangan kalau kinerja mereka udah layak-banget-banget-banget untuk dapat bintang 5 (karena rating tertinggi untuk sebuah kepuasan cenderung hanya sampai 5 aja) tapi gaji mereka hanya sebatas UMR dan tunjangan yang cuma 10% dari gaji yang mereka dapetin. Itu bisa jadi bahan pertimbangan untuk mereka bisa naik gaji dan tunjanagan menilik pengabdian mereka sama Negara yang begitu besar. Atau, sekalipun kinerja mereka belum tentu begitu baik banget, tapi mereka udah berusaha untuk bisa jadi yang terbaik, tapi gaji dan tunjangan mereka ga begitu besar, itu juga bisa jadi bahan pertimbangan. Nah ini, gaji dan tunjangan udah yang ampun-ampunan banget besarnya, tapi kinerja mereka masih yang, mau ngasih bintang 1 aja kadang ragu banget. Tau dong arti dari bintang satu di tambah rasa ragu buat ngasihnya? Pasti tau dan ngerti lah ya. Dan APBN kita abis cuma buat menuhin nafsu materi angoota dewan kita yang terhormat. Kembali ke niat mereka deh ya, mereka bener-bener mau ngabdi ke Negara apa mau cari duit dengan gampang? Ga usah deh segala bilang gini “Kalian gatau gimana pusingya kami mikirin Negara ini. Coba kalian rasakan dulu jadi kami, baru kalian bisa ngomong gitu” (kata-kata ini pernah di ucapkan oleh salah satu anggota dewan kita di salah satu acara di Tv swasta yang ada di Indonesia). Kalau emang niat mereka untuk ngebangun Negara ini buat jadi lebih baik lagi, mereka ga perlu bilang gitu ke kami. Karena seharusnya mereka melakuakn itu dengan rasa Ikhlas dan rasa cinta mereka kepada Negara. Bukan dengan rasa pamrih dan mau di balas degan materi. Kalau kaya gitu caranya, mereka sama aja nguras duit Negara yang seharusnya bisa di pake buat hal yang lebih berguna kaya pembangunan infrastruktur, ngebantu mereka yang masih di bawah garis kemiskinan. Sekolah gratis sampe tingkat universitas kaya Negara di luar sana. Oke, gue akuin kalo di beberapa daerah hal itu udah di lakuin, tapi apa semua daerah ngerasain? Apa semua lapisan masyarakat yang ada di Negara ini udah ngerasain nikmat yang itu? Belum kan? Perbandingannya masih banyak mereka yang belum ngerasain kenikmatan yang kaya gitu dibanding yang udah ngerasain. Inget hey, Negara kita udah merdeka dari 70 tahun yang lalu. Kita udah bebas dari penjajahan Belanda sama Jepang. Tapi apa, masyarakat daerah tetangga kitapun masih ada yang mati karena kelaparan. Masih adanya kasus gizi buruk di Negara tercinta ita ini. Masih adanya orang yang mati kelaparan karena dia terlalu jujur untuk ga berani korupsi sekalipun itu cuma 1 rupiah. Tapi kalian, anggota dewanKU yang terhormat, dengan mudahnya meminta naik gaji dan tunjangan. Apa? Mau ngasih alesan a-z? 1- tak terhingga? Atau semua simbol yang ada di muka bumi ini? Kalau kalian bisa ngasih kami begitu banyak alasan, coba sekarang kalian rasain gimana rasanya makan dengan makanan basi atau makanan ga layak makan. Pakai pakaian yang ga layak pakai juga. Kalau kalian bisa mengumpamakn bagaimana rasanya jadi kalian, kenapa kami tidak? Kamipun punya hak untuk itu. Dan kalian tidak memiliki hak untuk melarang kami. Gaji dan tunjangan mereka itu sudah amat cukup besar dan –mungkin- ada nominal tunjangan yang ga masuk akal. Pernah salah satu anggota dewan maparin untuk apa aja gaji yang mereka terima, salah satunya untuk membayar setiap anggota bawahannya untuk memperlancar urusan mereka, istilah halusnya “salam tempel” mungkin ya. Tapi kalau mereka bisa tegas, harusnya mereka bisalah ngatasin bawahan kaya gitu (lengkapnya itu gaji buat apa aja, kalian bisa lihat siaran ulang Mata Najwa On Stage edisi  13 Maret 2015). Dan coba bandingin sama veteran kita yang sekarang hidupnya gatau harus bergantung sama siapa kalau bukan sama diri mereka sendiri, jangankan tunjangan ini itu yang membuat hidup mereka nayaman, temapat bernaungpun mereka usaha sendiri untuk punya. Makanpun mereka harus kerja keras dulu. Padahal, kalau bukan karena mereka, kita mungkin ga bisa hidup enak kaya sekarang. Hidup nyaman tanpa harus dibayangin rasa takut dibunuh sama penjajah. Sekolah sampe jenjang perguruan tinggi bahkan sampe ka luar negeri. Tapi pernah para veteran itu tiba-tiba demo buat minta tunjangan ini itu ke pemerintah? Engga kan? Mereka udah cukup bahagia lihat Merah Putih berdiri dengan gagahnya di langit. Coba hal ini yang ada di hati anggota dewan Negara ini. Pastilah Negara ini udah maju.


Sekarang gini. Perbaiki kinerja kalian dengan amat sangat sempurna dan ga ada kesalahan sekecil apapun (bukan dengan sebaik yang kalian bisa atau kalian mampu, karena kalian udah terlalu lama bersembunyi di balik kata “kami sudah berusaha sekuat dan semampu kami.” Dan lagi, sekalipun kata “sempurna” itu hanya milik Allah, tapi gue yakin, Allah akan selalu meminjamkan kata sempurnanya untuk mereka yang benar-benar berniat baik), baru kalian bisa dengan lantangnya meminta kenaikan gaji dan tunjangan. Disitupun kalian bisa membeberkan apa apa saja yang sudah kalian lakukan untuk memajukan Negara ini. Tapi, jika kalian masih belum bisa memberikan kesempurnaan untuk kami, berkacalah!! Disitu kalian akan melihat bagaimana menyeramkannya kalian layaknya Monster kanibal jahat yang dengan mudahnya meminta ini itu tanpa memikirkan keberlangsungan kehidupan orang yanga ada di sekitar kalian.


Gue rasa cukup segitu aja hal yang bisa gue tuangin. Karena mungkin, kalau gue lanjutin bakal jadi panjang dan khawatir ada kata yang ga ngenakin dan ujungnya, you know what I mean so well lah.


See you next post guys^^~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar